Jenis – Jenis Bank Umum di Indonesia dan Karakteristiknya, Bank Arto Moro – Bank Umum adalah lembaga keuangan yang menerima simpanan dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut dalam bentuk kredit serta layanan keuangan lainnya. Bank ini melayani kebutuhan keuangan masyarakat luas, baik individu maupun bisnis. Jenis dan karakteristiknya beragam, tergantung pada kepemilikan, kegiatan usaha, hingga modal inti yang dimiliki.
Daftar Isi
ToggleJenis Bank Umum Berdasarkan Kepemilikan
Di Indonesia, Bank Umum dapat diklasifikasikan berdasarkan siapa pemilik modalnya. Pembagian ini membantu masyarakat mengenali latar belakang dan orientasi bisnis bank yang digunakan.
a. Bank Milik Pemerintah
Bank ini mayoritas sahamnya dimiliki oleh negara melalui BUMN. Keuntungannya sering digunakan untuk pembangunan nasional, dan dipercaya karena dukungan dari pemerintah.
Contoh: BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN.
b. Bank Swasta Nasional
Dimiliki oleh swasta dalam negeri, baik individu maupun perusahaan. Bank jenis ini biasanya lebih agresif dalam inovasi layanan dan promosi karena berkompetisi langsung di pasar terbuka.
Contoh: BCA, Bank Mega, Bank Mayapada.
c. Bank Asing dan Campuran
Dimiliki oleh perusahaan atau individu dari luar negeri, atau gabungan antara asing dan nasional. Fokus utama biasanya pada layanan internasional, corporate banking, atau nasabah kelas menengah ke atas.
Contoh: Citibank, HSBC, Bank of China.
Dengan mengetahui jenis kepemilikan bank, kamu bisa memilih bank yang sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaanmu dalam bertransaksi.
Jenis Bank Umum Berdasarkan Kegiatan Usaha
Bank Umum juga dapat dibedakan dari jenis layanan atau aktivitas operasionalnya, terutama terkait transaksi dalam dan luar negeri. Klasifikasinya terbagi menjadi dua:
a. Bank Devisa
Bank ini memiliki izin untuk menjalankan transaksi internasional seperti jual beli valuta asing, transfer antarnegara, pembukaan Letter of Credit (L/C), dan lainnya. Jenis bank ini cocok untuk nasabah yang memiliki kebutuhan bisnis atau aktivitas keuangan lintas negara.
Contoh: Bank Mandiri, BNI, BCA.
b. Bank Non-Devisa
Bank jenis ini hanya melayani transaksi keuangan dalam negeri. Meski tidak bisa melakukan transaksi internasional, mereka tetap mampu memberikan layanan dasar seperti simpanan dan kredit. Biasanya melayani segmen lokal atau UMKM.
Contoh: Beberapa bank daerah atau bank skala kecil-menengah.
Memahami klasifikasi ini bisa membantumu memilih bank sesuai kebutuhan transaksi—apakah hanya lokal, atau juga menjangkau pasar global.
Jenis Bank Umum Berdasarkan Modal Inti (KBMI)
Sejak diterapkannya kebijakan OJK melalui POJK No. 12/POJK.03/2021, Bank Umum di Indonesia diklasifikasikan dalam empat kelompok berdasarkan besarnya modal inti. Klasifikasi ini dikenal dengan sebutan Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) dan memengaruhi ruang lingkup usaha serta layanan yang boleh diberikan.
- KBMI 1 – Modal inti di bawah Rp6 triliun
Bank dengan kapasitas terbatas dan biasanya fokus pada segmen tertentu seperti digital banking atau UMKM.
Contoh: Bank Jago, Bank Neo Commerce.
- KBMI 2 – Modal inti Rp6 triliun sampai kurang dari Rp14 triliun
Memiliki layanan lebih luas, namun masih terbatas dibanding kelompok di atasnya.
Contoh: Bank Mega, Bank Panin.
- KBMI 3 – Modal inti Rp14 triliun hingga kurang dari Rp70 triliun
Dapat bersaing di tingkat nasional dengan berbagai layanan ritel dan korporat.
Contoh: Bank Syariah Indonesia, Bank BTPN.
- KBMI 4 – Modal inti di atas Rp70 triliun
Kelompok bank terbesar dengan cakupan layanan paling lengkap, termasuk internasional.
Contoh: BRI, BCA, Bank Mandiri.
Klasifikasi KBMI membantu publik memahami skala dan kekuatan finansial masing-masing bank.
Karakteristik Umum Bank Umum
Bank Umum memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dari jenis bank lain, khususnya BPR (Bank Perekonomian Rakyat). Berikut ini beberapa karakteristik utamanya:
1.Melayani Berbagai Kalangan
Bank Umum bisa melayani individu, perusahaan, bahkan lembaga pemerintah. Layanannya tidak terbatas pada segmen tertentu.
2.Dapat Menghimpun Dana Masyarakat
Bank Umum berhak menerima simpanan dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito dari masyarakat luas.
3.Menyalurkan Kredit
Dana yang terkumpul akan disalurkan kembali ke masyarakat melalui kredit, baik untuk konsumsi, investasi, maupun modal usaha.
4.Menawarkan Layanan Modern dan Digital
Sebagian besar Bank Umum sudah mendukung layanan digital seperti mobile banking, internet banking, hingga dompet elektronik.
5.Boleh Melakukan Transaksi Valuta Asing
Khusus untuk bank devisa, mereka bisa melakukan transaksi dalam mata uang asing, termasuk ekspor-impor dan remitansi.
6.Diawasi oleh OJK dan BI
Operasional Bank Umum diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia, untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
Karakteristik-karakteristik ini menunjukkan peran strategis Bank Umum dalam perekonomian nasional.
Penutup
Memahami jenis-jenis Bank Umum sangat penting agar kamu bisa memilih lembaga keuangan yang paling sesuai dengan kebutuhan, baik untuk menabung, bertransaksi, atau mengembangkan usaha. Setiap jenis bank punya karakteristik dan peran masing-masing dalam mendukung roda ekonomi.
Kalau kamu masih bingung memilih bank yang tepat untuk kebutuhan finansial harian atau bisnis, jangan ragu konsultasi langsung ke BPR Arto Moro. Kami siap bantu kamu dengan layanan yang ramah, mudah dipahami, dan pastinya aman.
Kunjungi halaman utama kami atau hubungi tim BPR Arto Moro sekarang juga!