Bank Arto Moro Perkuat Strategi Bisnis Lewat Studi Banding

Studi banding Bank Arto Moro ke BPR Tata Asia menjadi langkah strategis untuk memperkuat bisnis, transformasi digital, tata kelola, dan kualitas layanan

Bank Arto Moro terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi BPR yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja dan studi banding ke kantor BPR Tata Asia di Jalan Asia Afrika No. 141-149, Kota Bandung, Rabu (14/10). Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik serta mengembangkan sinergi antarlembaga perbankan di tengah dinamika industri yang terus berkembang.

Rombongan Bank Arto Moro dipimpin oleh Pemegang Saham Pengendali (PSP) sekaligus Komisaris Utama, Prof. Dr. H. Subyakto, SH, MH, MM, bersama jajaran direksi dan manajemen. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas wawasan dan mengidentifikasi strategi pengembangan yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan.

Prof Subyakto menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh jajaran BPR Tata Asia. Menurutnya pertukaran pengalaman antarlembaga dapat menjadi referensi dalam mendorong transformasi dan meningkatkan daya saing perusahaan.

“Kami melihat banyak hal positif yang dapat dipelajari dari BPR Tata Asia, mulai dari transformasi digital, tata kelola perusahaan, pengembangan SDM, hingga strategi layanan kepada nasabah. Bagi kami, studi banding ini menjadi investasi yang berharga,” ujarnya.

Prof Subyakto menilai perkembangan industri BPR membutuhkan pendekatan yang tidak hanya bertumpu pada persaingan bisnis, tetapi juga pada kolaborasi dan pertukaran pengetahuan. Melalui sinergi, setiap lembaga diharapkan dapat saling memperkuat dalam menghadapi tantangan industri perbankan.

Selain aspek teknologi dan layanan, Bank Arto Moro juga mempelajari strategi pengelolaan organisasi, termasuk penguatan budaya kerja berbasis growth mindset, pengembangan kepemimpinan, pemeliharaan kualitas kredit, serta investasi berkelanjutan dalam peningkatan kompetensi SDM.

“Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari proses organizational learning yang nantinya menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam penyusunan berbagai strategi pengembangan perusahaan,” katanya.

Buka Peluang Kolaborasi

Sementara itu, Direktur Utama BPR Tata Asia, TB Frandy Priya Purwanto, menyambut baik kunjungan Bank Arto Moro. Ia mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai upaya membangun silaturahmi dan membuka peluang kerja sama antarlembaga perbankan.

Menurut Frandy, pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal bagi terjalinnya kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Ia juga menyampaikan kesediaannya untuk menindaklanjuti undangan kunjungan balasan ke Semarang yang disampaikan Prof. Subyakto.

Melalui studi banding ini, Bank Arto Moro berharap dapat memperoleh perspektif baru dalam memperkuat pengelolaan perusahaan dan meningkatkan kualitas layanan. Pertukaran pengalaman dengan BPR Tata Asia juga diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan kemitraan yang berkelanjutan. Selain itu hal ini juga mendukung upaya Bank Arto Moro menjadi BPR yang semakin modern, profesional, dan kompetitif.

Berita Lainnya

Perbedaan BI dan OJK dalam Mengatur dan Mengawasi

Perbedaan BI dan OJK dalam Mengatur dan Mengawasi

Perbedaan BI dan OJK seringkali masih membingungkan masyarakat awam. Kedua lembaga ini sama-sama berperan penting dalam sistem keuangan Indonesia, namun […]

8 Daftar Bank Digital Indonesia yang Cocok Untuk Anak Muda

8 Daftar Bank Digital Indonesia yang Cocok Untuk Anak Muda

8 Daftar Bank Digital Indonesia yang Cocok Untuk Anak Muda, BPR Arto Moro – Sekarang hampir semua aktivitas bisa kamu […]

Perbedaan Pokok Bank Syariah dengan Bank Konvensional

Perbedaan Pokok Bank Syariah dengan Bank Konvensional

Perbedaan Pokok Bank Syariah dengan Bank Konvensional, Bank Arto Moro – Pernahkah kamu berpikir, bank mana yang sebenarnya paling cocok […]

Scroll to Top