Last Updated on December 11, 2025
Sejumlah pengusaha dan pemimpin perbankan Jawa Tengah berkumpul di Llauk Resto, Selasa (9/12), untuk membahas strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah serta menyiapkan langkah-langkah menghadapi peluang Investasi Jawa Tengah 2026. Forum ini digagas Prof. Dr. H. Subyakto, SH, MH, MM, Komisaris Utama sekaligus PSP Bank Arto Moro.
Pertemuan ini berlangsung di tengah tren positif investasi nasional, dengan realisasi mencapai Rp 1.434 triliun. Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,04% (yoy) pada kuartal III 2025, sedikit di bawah target pemerintah 5,2–5,8 persen. Para pengusaha menekankan pentingnya peningkatan investasi untuk mencapai target tersebut dan memperkuat potensi Investasi Jawa Tengah 2026.
Hadir dalam forum itu Komut sekaligus PSP Bank Arto Moro, Prof. Dr. H. Subyakto, SH, MH, MM; Komut PT Maju Selaras Sejahtera, Kukrit Suryo Wicaksono; Owner Eling Bening, Drs. Thung Hermanto; Komut Bank KCA Dr. H. Sukawi Sutarip; serta berbagai tokoh penting lainnya.
Diskusi menyoroti pentingnya pentingnya langkah konkret untuk memacu pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Prof. Subyakto, selaku penggagas pertemuan, menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga keuangan merupakan pilar utama dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat.
“Kolaborasi jadi pilar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Dengan bersinergi, iklim bisnis yang kondusif di Jawa Tengah akan tercipta, menarik lebih banyak investor asing, dan membuat perekonomian daerah bergerak lebih dinamis,” ujar Prof Subyakto.
Owner BPR terbesar di Kota Semarang tersebut menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dapat berjalan tanpa sinergi dua arah. “Pengusaha membutuhkan dukungan pembiayaan, sementara perbankan memerlukan aktivitas bisnis yang sehat. Inilah kolaborasi yang harus diperkuat demi mendukung visi pemerintah, terutama terkait pembangunan ekonomi daerah,” tegasnya.
Demi Jawa Tengah: Mendorong Pertumbuhan UMKM Jawa Tengah
Posisi Strategis Jawa Tengah
Jawa Tengah dinilai memiliki posisi strategis dalam peta bisnis nasional maupun internasional. Infrastruktur yang memadai serta didukung munculnya pusat-pusat ekonomi baru menjadikan provinsi ini semakin menarik bagi para investor.
Ketua Grup Pengusaha KOMPAK sekaligus owner Kawasan Wisata Eling Bening, Drs. Thung Hermanto, menyebut kolaborasi lintas sektor penting untuk memperlancar berbagai peta jalan pembangunan ekonomi. “Potensi ekonomi Jateng sangat besar. Sinergi pengusaha dan perbankan harus diperkuat agar peta jalan pembangunan ekonomi daerah berjalan lancar,” terangnya.
Dalam perkembangan terbaru, perusahaan Malaysia, Green Java Solution menanamkan investasi Rp 3,3 triliun melalui kerja sama dengan PT Maju Selaras Sejahtera. Perusahaan pengolahan limbah di KEK Industropolis Batang tersebut akan berdiri di lahan 80 hektare dan diproyeksikan menyerap sekitar 3.500 tenaga kerja.




