Belajar dari Asia Tengah, Bank Arto Moro Dorong UMKM Naik Kelas

Bank Arto Moro Karimun Jawa 2026

Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi perlambatan pertumbuhan dan tekanan geopolitik, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap menjadi penopang utama perekonomian Indonesia. Penguatan UMKM melalui akses pembiayaan, digitalisasi, serta peningkatan daya saing juga terus didorong melalui sinergi berbagai pihak. Di tengah besarnya potensi tersebut, sejumlah tokoh dan pengusaha Jawa Tengah melakukan studi banding ke kawasan Asia Tengah, meliputi Kazakhstan, Uzbekistan, dan Kirgistan, untuk melihat secara langsung perkembangan sektor UMKM di wilayah tersebut.

Kegiatan tersebut diinisiasi Komisaris Utama sekaligus PSP Bank Arto Moro, Prof. Dr. H. Subyakto, SH, MH, MM bersama sejumlah pengusaha Jawa Tengah, di antaranya dr. Mulyono dari sektor tekstil dan CoffeeTamin; Johan yang bergerak di bidang perhotelan dan toko emas; Hananta selaku akuntan publik senior. Dalam kunjungan itu, rombongan mempelajari perkembangan UMKM di sejumlah kota di Asia Tengah yang dinilai tumbuh pesat dan menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat setempat.

Sinergi Dorong UMKM

Kontribusi UMKM di Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai sekitar 61 persen. Sementara itu, di Kazakhstan kontribusi UMKM terhadap PDB berada di kisaran 39,8–40,5 persen. Adapun Uzbekistan mencatat kontribusi UMKM sebesar 49,6–51,5 persen terhadap PDB. Meski Indonesia unggul dari sisi jumlah pelaku usaha, namun masih tertinggal dalam produktivitas, digitalisasi, serta pengembangan kualitas produk UMKM.

Prof. Dr. H. Subyakto menilai, ketimpangan tersebut terlihat dari kemampuan UMKM di Asia Tengah dalam menjaga kualitas, kreativitas, dan daya saing produk sehingga mampu memiliki nilai jual lebih tinggi. Menurutnya, banyak UMKM di Kazakhstan dan Uzbekistan telah berkembang dengan dukungan berbagai sektor, sedangkan sebagian besar UMKM di Indonesia masih didominasi sektor mikro dan informal.

Prof. Subyakto mengatakan, sektor UMKM memiliki peranan strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi suatu negara. Menurutnya, banyak negara maju berhasil menciptakan stabilitas dan kemajuan ekonomi karena mampu memberikan ruang besar bagi tumbuhnya sektor usaha kecil dan swasta.“Di negara-negara maju, perekonomian mereka dapat berkembang pesat berkat dukungan dari aktivitas UMKM. Oleh karena itu, peran UMKM sangat vital,” ujarnya.

Ia menilai, salah satu kekuatan utama UMKM di kawasan Asia Tengah terletak pada kemampuan pelaku usaha dalam menjaga karakter produk sehingga mampu menciptakan daya tarik tersendiri di mata konsumen dan mempertahankan pasar. “Sangat penting untuk tidak hanya fokus pada capaian penjualan, tetapi juga memastikan kualitas karakter produk yang ditawarkan agar dapat mempertahankan pelanggan,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan dr. Mulyono. Ia menyebut UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional karena memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan usaha masyarakat. “Kehadiran UMKM yang produktif adalah aset berharga bagi perekonomian bangsa. Inilah yang kita butuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Baca Juga: Mendorong Pertumbuhan UMKM Jawa Tengah

Perkuat Dukungan untuk UMKM Jawa Tengah

Sebagai praktisi di sektor perbankan rural, Prof. Subyakto menegaskan pihaknya selama ini aktif mendorong pengembangan UMKM di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang. Ia menilai keberadaan UMKM sangat berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi lokal karena mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Dirinya juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap lahirnya wirausahawan baru di daerah. Menurutnya, sektor perbankan memiliki tanggung jawab untuk mendukung pertumbuhan UMKM melalui berbagai skema pembiayaan yang mudah diakses masyarakat.

Selain pembiayaan, Prof. Subyakto menekankan pentingnya dukungan lain seperti pelatihan usaha, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, hingga penyediaan fasilitas penunjang agar UMKM dapat berkembang lebih cepat dan berdaya saing tinggi.

Ia berharap hasil studi banding tersebut dapat menjadi referensi bagi para pelaku usaha dan pemangku kepentingan di Jawa Tengah dalam memperkuat sektor UMKM sebagai fondasi ekonomi daerah. Sinergi antara pelaku usaha, perbankan, dan pemerintah dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem UMKM yang kuat, kreatif, dan berkelanjutan di tengah persaingan ekonomi global.

Berita Lainnya

Perbedaan BI dan OJK dalam Mengatur dan Mengawasi

Perbedaan BI dan OJK dalam Mengatur dan Mengawasi

Perbedaan BI dan OJK seringkali masih membingungkan masyarakat awam. Kedua lembaga ini sama-sama berperan penting dalam sistem keuangan Indonesia, namun […]

8 Daftar Bank Digital Indonesia yang Cocok Untuk Anak Muda

8 Daftar Bank Digital Indonesia yang Cocok Untuk Anak Muda

8 Daftar Bank Digital Indonesia yang Cocok Untuk Anak Muda, BPR Arto Moro – Sekarang hampir semua aktivitas bisa kamu […]

Perbedaan Pokok Bank Syariah dengan Bank Konvensional

Perbedaan Pokok Bank Syariah dengan Bank Konvensional

Perbedaan Pokok Bank Syariah dengan Bank Konvensional, Bank Arto Moro – Pernahkah kamu berpikir, bank mana yang sebenarnya paling cocok […]

Scroll to Top