Home - Deposito - Apa Itu Bunga Deposito: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya

Apa Itu Bunga Deposito: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya

Apa itu Bunga Deposito

Last Updated on December 9, 2025

Apa itu bunga deposito sering ditanyakan oleh orang yang ingin mencari cara menyimpan uang dengan aman. Deposito sendiri menawarkan bunga yang biasanya lebih tinggi dibanding tabungan biasa. Namun, banyak yang belum tahu bagaimana bunga tersebut dihitung dan apa saja hal yang memengaruhinya.

Di artikel ini, Anda akan menemukan penjelasan sederhana tentang cara kerja bunga deposito, contoh hitungannya, serta hal-hal penting yang perlu dipahami sebelum memilih deposito. Tujuannya agar Anda bisa menilai apakah produk ini sesuai dengan kebutuhan keuangan Anda.

Apa yang Dimaksud dengan Bunga Deposito?

Bunga deposito merupakan keuntungan yang diberikan bank kepada nasabah sebagai tambahan nilai atas uang yang ditempatkan dalam produk simpanan berjangka. Deposito memiliki masa simpan tertentu, misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan. Selama periode tersebut, dana tidak bisa ditarik bebas seperti tabungan.

Bank memberikan bunga sebagai bentuk keuntungan karena Anda bersedia menyimpan uang dalam jangka waktu yang sudah disepakati. Semakin besar nominal dan semakin lama tenornya, biasanya semakin besar juga bunga yang Anda terima.

Sederhananya, bunga deposito adalah “hadiah” atau keuntungan yang Anda dapatkan sebagai balasan karena meminjamkan uang kepada bank untuk sementara waktu. Produk ini cocok bagi orang yang ingin menyimpan dana dengan aman dan tetap mendapatkan imbal hasil yang stabil.

Bagaimana Cara Kerja Deposito

Deposito bekerja dengan mekanisme sederhana: nasabah menyimpan uang di bank dalam jangka waktu tertentu, tidak bisa ditarik sebelum jatuh tempo, dan sebagai gantinya memperoleh bunga lebih tinggi dari tabungan biasa. Secara garis besar, alurnya sebagai berikut:

1. Nasabah Menyetor Dana Awal (Setoran Minimum)

Anda membuka rekening deposito dengan jumlah setoran awal yang telah ditetapkan bank. Besarannya bervariasi, umumnya mulai dari Rp1 juta hingga Rp10 juta tergantung kebijakan bank.

2. Menentukan Jangka Waktu (Tenor)

Deposito memiliki tenor tetap, misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, atau 24 bulan. Selama periode tersebut dana tidak dapat ditarik. Semakin panjang tenor, biasanya bunga semakin besar.

3. Bank Mengelola Dana dan Memberikan Bunga

Setelah dana disimpan, bank akan “mengunci” saldo Anda dan memberikan bunga yang sudah disepakati sejak awal. Bunga deposito bersifat tetap (fixed) sampai jatuh tempo.

4. Pilihan: ARO, ARO+, atau Non-ARO

Saat jatuh tempo, Anda dapat memilih:

  • ARO (Automatic Roll Over): Dana pokok otomatis diperpanjang ke periode berikutnya.
  • ARO+ (Pokok + Bunga): Pokok dan bunga digabung lalu diperpanjang.
  • Non-ARO: Dana pokok dan bunga langsung dicairkan ke rekening.

Agar lebih aman, pastikan produk yang Anda pilih berada dalam batas suku bunga deposito yang dijamin LPS sehingga dana Anda tetap terlindungi.

5. Dana Dicairkan Saat Jatuh Tempo

Pada akhir tenor, Anda menerima pokok dan bunga bersih (setelah dipotong pajak). Untuk deposito bank umum, pajak bunga umumnya 20%. Pajak ini dikenakan untuk deposito dengan nominal lebih dari sama dengan Rp 7.500.000.

6. Tidak Bisa Diambil Sebelum Jatuh Tempo (Kecuali Penalti)

Deposito sifatnya mengikat. Jika Anda menarik dana sebelum jatuh tempo, biasanya akan dikenakan penalti sesuai aturan bank.

Cara Menghitung Bunga Deposito

Menghitung bunga deposito sebenarnya cukup sederhana. Rumus yang digunakan adalah:

Rumus bunga deposito per tenor:
Bunga = (Pokok Ă— Suku Bunga Tahunan Ă— Tenor (bulan) / 12)

Setelah itu, bunga akan dipotong pajak 20% (deposito reguler di bank umum dan BPR).
Bunga bersih = Bunga kotor – (20% × Bunga kotor)

Di bawah ini contoh perhitungan bunga deposito menggunakan bunga deposito BPR Arto Moro dengan setoran pokok: Rp10.000.000.

1) Deposito 1 Bulan — Bunga 5%

Bunga kotor:
= 10.000.000 Ă— 5% Ă— (1/12)
= 10.000.000 Ă— 0,05 Ă— 0,0833
= Rp41.666

Pajak 20%: Rp8.333
Bunga bersih yang diterima:
= 41.666 – 8.333
= Rp33.333

2) Deposito 3 Bulan — Bunga 5,25%

Bunga kotor:
= 10.000.000 Ă— 5,25% Ă— (3/12)
= 10.000.000 Ă— 0,0525 Ă— 0,25
= Rp131.250

Pajak 20%: Rp26.250
Bunga bersih yang diterima:
= 131.250 – 26.250
= Rp105.000

3) Deposito 6 Bulan — Bunga 5,5%

Bunga kotor:
= 10.000.000 Ă— 5,5% Ă— (6/12)
= 10.000.000 Ă— 0,055 Ă— 0,5
= Rp275.000

Pajak 20%: Rp55.000
Bunga bersih yang diterima:
= 275.000 – 55.000
= Rp220.000

4) Deposito 12 Bulan — Bunga 5,75%

Bunga kotor:
= 10.000.000 Ă— 5,75% Ă— (12/12)
= 10.000.000 Ă— 0,0575
= Rp575.000

Pajak 20%: Rp115.000
Bunga bersih yang diterima:
= 575.000 – 115.000
= Rp460.000

Jika Anda ingin melihat perbandingan produk dengan imbal hasil terbaik, Anda bisa membaca panduan lengkap tentang deposito bunga tertinggi untuk mengetahui opsi yang paling menguntungkan.

Jenis-Jenis Deposito

Deposito memiliki beberapa bentuk yang berbeda. Setiap jenis menawarkan cara pencairan dan pengelolaan dana yang tidak sama. Berikut jenis deposito yang paling umum digunakan di Indonesia.

1) Deposito Berjangka

Ini adalah jenis deposito yang paling populer. Nasabah menempatkan dana untuk jangka waktu tertentu, seperti 1, 3, 6, atau 12 bulan. Dana baru bisa dicairkan ketika jatuh tempo. Suhu bunganya tetap selama tenor berjalan.

2) Deposito On-Call

Deposito on-call biasanya digunakan untuk penempatan dana jangka pendek dalam jumlah besar. Tenornya sangat fleksibel, mulai dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Pencairan bisa dilakukan dengan pemberitahuan terlebih dahulu kepada bank.

3) Deposito Automatic Roll Over (ARO)

Deposito ARO akan diperpanjang otomatis ketika masa jatuh tempo tiba. Pokoknya digulung kembali untuk periode yang sama. Nasabah tidak perlu datang ke kantor bank untuk memperpanjang tenor.

4) Deposito ARO Plus (Pokok + Bunga)

Jenis ini memiliki sistem perpanjangan otomatis seperti ARO, tetapi dengan tambahan. Bunga yang dihasilkan pada periode sebelumnya akan otomatis ditambahkan ke pokok, sehingga nilai pokok terus bertambah setiap periode.

5) Deposito Non-ARO

Deposito non-ARO tidak diperpanjang otomatis. Ketika jatuh tempo, dana akan dikembalikan ke rekening tabungan atau giro. Jenis ini cocok bagi nasabah yang ingin memastikan dananya langsung cair saat tenor selesai.

Penutup

Bunga deposito pada dasarnya adalah keuntungan yang Anda dapatkan ketika menyimpan dana dalam produk simpanan berjangka. Dengan memahami cara kerja, jenis, dan cara menghitung bunganya, Anda bisa menentukan apakah deposito sesuai dengan tujuan keuangan Anda. Produk ini cocok untuk Anda yang ingin menyimpan uang dengan aman sekaligus mendapatkan imbal hasil yang stabil.

Jika Anda ingin membuka deposito yang mudah, aman, dan tingkat bunganya kompetitif, Anda dapat mempertimbangkan Deposito BPR Arto Moro. Lembaga ini terdaftar dan diawasi OJK serta dijamin LPS, sehingga penyimpanan dana Anda tetap aman dan nyaman.

Scroll to Top