Home - HOT NEWS - Mendorong Pertumbuhan UMKM Jawa Tengah

Mendorong Pertumbuhan UMKM Jawa Tengah

Pertumbuhan UMKM Jawa Tengah

Last Updated on December 2, 2025

Bank Indonesia mencatat penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) per Oktober 2025 mencapai Rp9.153,6 triliun, tumbuh 8,1 persen secara tahunan (year on year/yoy). Laju tersebut melambat dibanding bulan September yang tumbuh 8,4 persen yoy.

Penyaluran kredit perbankan tercatat Rp8.106,8 triliun atau tumbuh 6,9 persen yoy, menurun dari 7,2 persen yoy pada bulan sebelumnya. Kredit untuk sektor UMKM terkontraksi 0,1 persen yoy, setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 0,2 persen yoy. Kontraksi terjadi terutama pada kredit mikro dan menengah, masing-masing anjlok 4,3 persen yoy dan 1,4 persen yoy.

Melihat pelemahan penyaluran kredit tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan POJK 19/2025 untuk mendorong pembiayaan kepada UMKM dan korporasi. Regulasi itu mewajibkan perbankan dan Lembaga Keuangan Non-Bank melakukan pendampingan guna meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM.

Merespons kondisi ekonomi yang belum pulih, sejumlah tokoh masyarakat Jawa Tengah dan pengusaha menggelar pertemuan pada Senin (1/12), guna membahas strategi memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Komut sekaligus PSP Bank Arto Moro, Prof. Dr. H. Subyakto, SH, MH, MM; Ketua Pembina YBWSA, Drs. H. Ahmad Azhar Combo; Pemimpin BNI Kanwil 05, I Gusti Nyoman Dharma Putra; Owner Eling Bening, Drs. Thung Hermanto; serta sejumlah pengusaha lainnya.

Baca Juga: Kolaborasi Lembaga Keuangan Dorong Kebangkitan UMKM

Mendorong Pertumbuhan Daerah

Prof Subyakto, sebagai penggagas pertemuan menegaskan perlunya solusi nyata untuk memperkuat ketahanan UMKM. “Kami berkumpul membahas langkah konkret menghadapi lesunya ekonomi nasional yang terjadi beberapa waktu ke belakang. Harapannya dengan komitmen bersama, target percepatan ekonomi hingga 8–8,5 persen bukan sekadar mimpi semata,” ujarnya.

Komisaris Utama BPR terbesar di Semarang itu juga menekankan bahwa UMKM sebagai motor ekonomi nasional tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. “Pelaku perbankan terus berkomitmen membantu pembiayaan dan pendampingan. Penyaluran kredit ke dunia usaha adalah upaya agar roda ekonomi tetap bergerak dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Dari sektor pariwisata, Drs. Thung Hermanto, owner Kawasan Wisata Eling Bening, mengungkap beratnya tekanan yang dialami pelaku usaha. “Dunia Pariwisata belum mampu bangkit, bahkan terpuruk sampai 50 persen. Banyak hotel dijual, destinasi tutup, ditambah beban pajak tinggi dan minim dukungan pemerintah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua YBWSA, Drs. Azhar Combo, menilai sinergi antara perbankan, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha menjadi kunci pemulihan ekonomi. “Potensi UMKM di Jawa Tengah sangatlah besar. Kolaborasi antara pengusaha dan perbankan, termasuk BPR yang dekat dengan masyarakat, harus diperkuat. Pelatihan kewirausahaan dan akses modal yang lebih luas perlu dipercepat,” jelasnya.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal merumuskan strategi bersama guna mempercepat pemulihan ekonomi dan memperkuat UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah dan nasional.

Scroll to Top