Last Updated on January 5, 2026
Dalam upaya membentuk sektor jasa keuangan yang semakin modern, maju, stabil, dan berkembang pesat menuju Indonesia Emas, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk mendorong setiap sektor keuangan agar dapat berkolaborasi dan bersinergi dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.
Arahan tersebut telah diimplementasikan dengan baik oleh perbankan rural terbesar Kota Semarang, Bank Arto Moro. Bank dengan aset di atas Rp1 Triliun tersebut mengadakan kegiatan studi banding dengan BPR Lingga Sejahtera dari Pangkalan Bun. Acara ini dilaksanakan bertempat di kantor pusat Bank Arto Moro yang berlokasi di Jalan Elang Raya No. 99, Mangunharjo pada Rabu (21/8). Studi banding ini dihadiri oleh dewan komisaris, direksi, serta jajaran manajemen dari kedua lembaga perbankan.
Direktur Utama Bank Arto Moro, Darmawan, S.Sos, MM, menyambut dengan antusias kunjungan dari BPR Lingga Sejahtera. “Kami sangat senang dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan BPR Lingga Sejahtera. Semoga kunjungan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pertumbuhan bagi kami semua,” tutur Darmawan.
Dalam sambutannya, Darmawan menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan emas untuk memupuk semangat kolaborasi dan mengeksplorasi potensi bersama. “Kami selalu terbuka untuk menjalin kolaborasi positif. Melalui pertukaran ide dan pengalaman, kegiatan studi banding tentu menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan dan inovasi kami yang berkelanjutan,” tambah Darmawan.
Sinergi BPR: Kunjungan BPR Barelang Ke Bank Arto Moro
Service Excellent Perbankan
Kegiatan studi banding ini diawali dengan sesi pertukaran cerita dan tanya jawab. Setelah itu, diskusi dilanjutkan secara lebih mendalam. Format kegiatan seperti ini dinilai efektif untuk mendorong pertukaran wawasan dan pengalaman. Terutama terkait pengelolaan operasional dan penyediaan layanan terbaik di sektor perbankan.
Dalam sesi diskusi, para peserta terlihat aktif berbagi pengetahuan dan pengalaman. Pembahasan difokuskan pada penerapan ‘service excellent perbankan’ serta strategi ekspansi penyaluran kredit. Kredit tersebut diarahkan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kedua aspek ini dinilai krusial untuk menopang pertumbuhan perbankan rural di masa depan.
Komisaris Utama BPR Lingga Sejahtera, Rimbun Situmorang, mengapresiasi Bank Arto Moro sebagai lembaga keuangan yang profesional dengan standar pelayanan tinggi. Ia menyebut kegiatan studi banding ini sangat bermanfaat. Banyak pengalaman dan pelajaran yang diperoleh, khususnya dalam peningkatan kualitas layanan. Rimbun berharap ilmu tersebut dapat diterapkan di BPR Lingga Sejahtera.
Selama kunjungannya ke Semarang, tim dari BPR Lingga Sejahtera berkesempatan untuk mengamati secara langsung pengelolaan operasional Bank Arto Moro, termasuk proses pelayanan dan strategi penyaluran kredit untuk memastikan pemahaman yang mendalam. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan antara kedua lembaga. Lebih dari itu, kolaborasi ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan di masa depan. Tujuannya jelas, yakni mendorong kemajuan sektor perbankan serta UMKM di Indonesia.
Darmawan berharap pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya dapat memberikan manfaat nyata. Melalui sinergi tersebut, kedua BPR diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan. Dampak positifnya pun diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah masing-masing. “Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pihak dapat mengimplementasikan strategi yang lebih inovatif dan efektif. Terutama dalam menghadapi tantangan industri perbankan yang terus berkembang,” tutup Darmawan.




